Friday, June 10, 2016

Air Minum Pun Mahal di Negeri Yang Konon Kaya ini

Air Minum Pun Mahal di Negeri Yang Konon Kaya ini. Waktu begitu cepat berubah, di Negeri kita yang selalu hujan dan air banyak, tapi untuk mendapatkan air bersih termasuk susah. Segala sesuatunya harus di beli. Air minum, air untuk mandi, air untuk mencuci pakaian. Air tanah sudah sangat terkontaminasi dengan limbah, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri. Air tanah sudah lama tidak bisa diminum di kawasan jabodetabek, sejak tahun 1990an, air tanah untuk mencuci pakaian pun sudah tidak baik untuk digunakan. Jakarta ini mau seperti apa nantinya?



Beberapa faktor yang menjadi penyebab hal ini menurut penulis adalah:
  • Penataan Kota, perumahan yang tidak baik
  • Penataan daerah industri yang buruk
  • Penataan aliran sungai yang tidak baik
  • Pabrik membuang limbah ke tanah/sungai
  • Ruang terbuka yang sangat minim
  • Sangat kurangnya tanaman pohon
  • Membuang sampah sembarangan
  • Kurangnya kesadaran masyarakat tentang kebersihan
Faktor diatas sudah tentu akan membuat suasana di kota-kota besar, terutama di JABODETABEK sangat tidak sehat. Sekitar 10 tahun yang lalu, air pam dimasak untuk diminum masih merupakan hal biasa, sekarang air PAM pun terasa sangat bau, bau kavorit. Yang tentu saja tidak enak untuk diminum. Dan konon katanya mengkonsumsi kavorit secara rutin tidak sehat bagi kesehatan tubuh.

Apakah kawasan Jabodetabek bisa kembali ke tahun sekitar 1960an? ah, itu mustahil. Untuk kembali ke suasana tahun 1980an saja mustahil, lha Jakarta dan kawasan bodetabek sudah kadung rusak parah.

Trus, langkah apa yang harus dilakukan minimal untuk memperlambat kerusakan yang menjadi-jadi saat ini? Harus ada seorang yang bertangan besi, dan didukung oleh legislatif, eksekutif dan lembaga-lembaga non pemerintah, sehingga proyek pembersihan dan perbaikan di kawasan jabodetabek bisa berjalan.

Apakah itu mungkin? sangat kecil kemungkinan bisa terwujub. Nah.... selanjutnya jasa seo google akan membahas penataan kota pada artikel berikutnya.

No comments :