Thursday, February 14, 2013

Langkah-Langkah Penggunaan UML

Langkah-Langkah Penggunaan UML
Langkah-Langkah Penggunaan UML, Setelah di jelaskan dari komponen, Collaboration Diagram, Sequence Diagram, Statechart Diagram, Class Diagram, Konsepsi Dasar UML, Belajar UML, pada artikel kali ini akan di jelaskan tentang cara atau langkah-langkah penggunaan UML, Tentu saja, setelah kita memahami tentang komponen-komnen yang di butuhkan dalam penerapan UML maka selanjutnya adalah praktek, berikut ini adalah panduan langkah-langkah penggunaan UML.


Tetapi, sebelum kita ke topik tersebut ada baiknya baca kembali apa itu yang dimaksud dengan UML pada Belajar UML, selanjutnya tentang konsep di Konsepsi Dasar UML , Clas yang biasa digunakan pada UML di Class Diagram, selanjutnya tentang Statechart Diagram kemudian tentang Sequence Diagram dan Collaboration Diagram

Berikut ini adalah tips pengembangan piranti lunak dengan menggunakan UML:
  • Buatlah daftar business process dari level tertinggi untuk mendefinisikan aktivitas dan proses yang mungkin muncul.
  • Petakan use case untuk tiap business process untuk mendefinisikan dengan tepat fungsionalitas yang harus disediakan oleh sistem. Kemudian perhalus use case diagram dan lengkapi dengan requirement, constraints dan catatan-catatan lain.
  • Buatlah deployment diagram secara kasar untuk mendefinisikan arsitektur fisik sistem.
  • Definisikan requirement lain (non-fungsional, security dan sebagainya) yang juga harus disediakan oleh sistem.
  • Berdasarkan use case diagram, mulailah membuat activity diagram.
  • Definisikan objek-objek level atas (package atau domain) dan buatlah sequence dan/atau collaboration diagram untuk tiap alir pekerjaan. Jika sebuah use case memiliki kemungkinan alir normal dan error, buatlah satu diagram untuk masing-masing alir.
  • Buarlah rancangan user interface model yang menyediakan antarmuka bagi pengguna untuk menjalankan skenario use case.
  • Berdasarkan model-model yang sudah ada, buatlah class diagram. Setiap package atau domain dipecah menjadi hirarki class lengkap dengan atribut dan metodanya. Akan lebih baik jika untuk setiap class dibuat unit test untuk menguji fungsionalitas class dan interaksi dengan class lain.
  • Setelah class diagram dibuat, kita dapat melihat kemungkinan pengelompokan class menjadi komponen-komponen. Karena itu buatlah component diagram pada tahap ini. Juga, definisikan tes integrasi untuk setiap komponen meyakinkan ia berinteraksi dengan baik.
  • Perhalus deployment diagram yang sudah dibuat. Detilkan kemampuan dan requirement piranti lunak, sistem operasi, jaringan, dan sebagainya. Petakan komponen ke dalam node.
  • Mulailah membangun sistem. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan :
  • Pendekatan use case, dengan meng-assign setiap use case kepada tim pengembang tertentu untuk mengembangkan unit code yang lengkap dengan tes.
  • Pendekatan komponen, yaitu meng-assign setiap komponen kepada tim pengembang tertentu.
  • Lakukan uji modul dan uji integrasi serta perbaiki model berserta codenya. Model harus selalu sesuai dengan code yang aktual.
  • Piranti lunak siap dirilis.

No comments :